Nouve House, Minimum Site Maximum Space

Dipublish oleh admin - Terakhir dimodifikasi pada November 1st, 2018 - Dibaca: 20x

Membangun rumah tinggal di Kota Jakarta masih menjadi primadona penduduk asli Ibukota. Di samping kekerabatan keluarga dan budaya yang kental, kenangan semasa kecil lah yang membuat mereka enggan untuk meninggalkan kota kelahirannya.

Padahal areal hunian semakin padat, karena banyaknya pembangunan gedung, alih fungsi lahan, dan pertumbuhan penduduk kota yang tinggi. Nouve House memiliki cerita menarik dibalik itu semua, apalagi kebutuhan pemilik yang didasari akan mimpi punya rumah yang modern dan stylish

Fungsi lahan Nouve House awal mulanya sebagai kontrakan semi permanen. Karena pemiliknya adalah sepasang keluarga baru, maka bangunan yang selama itu ia sewakan ingin mereka jadikan rumah pribadi sebelumnya mereka tinggal bersama orang tua di satu lingkungan.

10m x 9m Site
Rumah ini berdiri di tapak seluas 90m2, dengan lebar tanah depan 10m dan panjang ke belakang 9m, sehingga bentuk tanahnya relative kotak. Namun dengan keterbatasan lahan tersebut arsitek mampu mendesain Nouve House secara attractive sehingga memberikan visual eksterior yang menarik dan kontras dari rumah di sekitarnya.

Kebutuhan ruang juga terakomodasi dengan maksimal dengan cara membuat zoning vertical menjadi 3 lantai, yang terdiri dari zona lantai dasar sebagai ruang berkumpul keluarga dan servis area, sedangkan di lantai 2 sebagai zona anak, dan di lantai atas sebagai zona master bedroom yang diperuntukkan bagi orang tua maupun bermain keluarga.

Secara visual massa bangunan ini tampak bagai gubahan sculpture yang berdiri di tengah – tengah kanvas (site) yang terbebas dari dinding pagar yang menempel tetangga dengan jarak masing-masing sisi 1m. Hal itu bertujuan agar sirkulasi udara dan cahaya alami mampu mengalir ke seluruh sisi bangunan. Disamping itu menghindari bahaya rambatan kebakaran yang sering terjadi pada  rumah dempet di pemukiman padat.

Bagi arsitek kualitas ruangan menjadi masalah pokok rumah urban, oleh karnannya desain kamar utama yang berada di lantai 3 menawarkan view yang hampir 1800 dengan pemandangan kota Jakarta. Gedung-gedung tinggi mampu diabadikan dari lantai ini. Di area ini pula terdapat private garden yang menghadap master bathroom, sehingga sensasi mandi semi outdoor dengan view langit terbuka menjadi lebih eksotis.

Di depan jendela kamar terdapat kisi-kisi kayu yang digunakan sebagai secondary skin untuk menangkal panas cahaya matahari timur.  Kisi-kisi kayu ini juga menciptakan pattern bayangan yang selalu berubah-ubah secara dramatis sepanjang waktu, sehingga suasana interior kamar terasa lebih puitis. Di samping kamar tidur juga terdapat ruang terbuka berupa taman kering yang fungsional, bisa menjadi balkon, ruang bermain anak, bahkan acara barbeque.

Architecture is a New Hope
Mimpi pemilik yang baru pertama kali kenal arsitek ini mungkin sama dengan sebagian orang yang lain, bahwa mereka menginginkan arsitektur yang indah secara visual pada eksterior – interior, optimalisasi lahan, dan semua kebutuhan ruang terpenuhi, serta efisien anggaran pembangunan. Namun mereka bingung bagaimana merealisasikannya.

Hal ini justru yang memberi tantangan bagi kami arsitek muda untuk mencoba berekspolorasi melalui desain Nouve House. Bagi kami arsitektur tidak hanya bicara cash, namum yang lebih penting dipikirkan adalah proses menciptakan sebuah komunikasi antara arsitek dan owner yang kemudian terwujud melalui arsitektur. Ditengah perjalanan itu akan banyak cerita berharga yang bisa kita petikan dan tularkan ke klien-klien baru nantinya.

 

Komentar