Dekorasi Rumah Minimalis: Bukan Gaya Interior Sederhana

Dipublish oleh admin - Terakhir dimodifikasi pada September 27th, 2018 - Dibaca: 8x

Bagi sebagian orang dekorasi rumah gaya minimalis dengan dominasi warna netral mungkin terasa dingin dan hambar. Dekorasi rumah minimalis dianggap terlalu sederhana dan menjadikan ruangan kurang menarik secara visual. Akibatnya, rumah dengan gaya dekorasi minimalis terasa kurang inviting.

Tetapi itu dulu. Saat ini, meski gaya dekorasi interior yang lain mulai banyak diadaptasi ke dalam hunian-hunian kontemporer, gaya dekorasi minimalis masih jadi yang terbaik. Minimalis masih menjadi pilihan utama gaya interior di banyak bangunan-bangunan residensial.

Apa itu minimalis?

Minimalis adalah tren desain yang dimulai pada abad ke-20 dan berlanjut hingga sekarang. Desain minimalis adalah desain yang dipreteli, menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, hingga hanya meninggalkan elemen-elemen pentingnya saja.

Pernyataan terkenal untuk desain minimalis berasal dari seorang arsitek bernama Ludwig Mies van der Rohe: Less Is More.”. Moto lain datang dari seorang desainerBuckminster Fuller: “Doing more with less.”.

Desain minimalis dimulai dengan sebuah rancangan arsitektur, sekitar tahun 1920-an. Arsitek Pasca Perang Dunia I Van der Rohe adalah salah satu arsitek terkemuka pertama yang menggunakan prinsip-prinsip dalam desainnya yang menjadi contoh desain minimalis.

Alasan arsitektur minimalis mulai lepas landas adalah tersedianya bahan dan material-material modern seperti kaca, beton dan baja. Selain itu, mulai terbentuknya cara-cara standar membangun sebuah gedung, turut mempercepat rancang bangun gedung minimalis secara lebih efektif.

Tren berlanjut hingga pertengahan abad ke-20, saat Buckminster Fuller berhasil mendesain kubah menggunakan bentuk geometris sederhana yang masih berdiri dan terlihat sangat modern.

Fokus pada kesederhanaan ini turun dan diadopsi ke dalam berbagai aliran seni; seni melukis, desain interior, fashion, dan juga musik. Begitulah cara desain minimalis memengaruhi segala bidang hingga menjadi semacam gaya desain yang sangat lumrah. Sejalan dengan pernyataan terkenal dari seorang pelukis terkenal Frank Stella yang mengatakan, “What you see is what you see.”

Seni minimal juga berkembang di tahun 1960an di Amerika. Mirip dengan gerakan seni De Stijl, pelukis bereaksi terhadap seni “abstrak-ekspresionisme” hingga akhirnya hanya menggunakan bentuk geometris yang belum sempurna dalam karya seni mereka dan tidak menambahkan hiasan apapun atau elemen-elemen lainnya.

Tentu saja, fokus pada kesederhanaan juga memengaruhi desain produk. Ikea adalah salah satunya. Perusahaan furnitur asal Swedia ini adalah contoh lain dari produk konsumen yang dirancang sangat minimalis. Perabotannya sangat sederhana, sehingga seringkali bahkan tanpa memerlukan petunjuk penggunaan atau pemasanagn karena sudah sangat jelas.

Dekorasi interior minimalis

Selain desain minimalis, dalam arsitektur dan desain interior pada khususnya, juga dikenal istilah dekorasi minimalis atau dekorasi interior minimalis. Dekorasi interior ini berbeda dengan desain interior. Dekorasi adalah bagian dari desain interior secara umum.

Meski masih banyak orang yang berpikir bahwa antara desain interior dan dekorasi interior adalah hal yang sama, padahal kenyataanya tidak. Desain interior berbeda dengan dekorasi interior. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Mengutip digitalartschool perbedaan antara dekorasi dan desain interior bisa dijelaskan dari cakupan kerjanya. Desain interior adalah seni dan sains untuk memahami perilaku orang-orang untuk menciptakan ruang fungsional di dalam sebuah bangunan atau gedung. Sementara dekorasi adalah soal perabotan atau hiasan ruang dengan titik fokus pada estetika dan hal-hal yang modis atau indah saja.

 

Komentar